Blog Poenya eReS

Feeds RSS
Tampilkan postingan dengan label oase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label oase. Tampilkan semua postingan

2010/05/22

"Just Take Care My Eyes Please"


Ada seorang gadis buta. Dan karena kebutaannya itu membuat dia membenci dirinya sendiri serta membenci semua orang, kecuali kekasihnya tercinta. Kekasih yang selalu setia dan selalu ada untuknya. Gadis itu mengatakan kalau seandainya dia bisa melihat, maka dia ingin sekali menikah dengan kekasihnya itu.

Suatu hari, ada seseorang yang berbaik hati mendonasikan sepasang mata untuknya, sehingga gadis itu bisa melihat segalanya, termasuk kekasihya tercinta.
Kekasih prianya itu bertanya padanya,"sekarang kau sudah bisa melihat, apakah engkau mau menikahi denganku?"
Gadis itu sangat shock ketika tahu kekasih yang selama ini dicintainya itu ternyata juga buta, dan dia pun menolak untuk menikahi dengan kekasihnya itu.

Dengan berlinang air mata, kekasihnya itu lantas pergi, dan kemudian menulis sepucuk surat untuk gadis itu dan berpesan,"TOLONG JAGA MATA SAYA BAIK-BAIK....."

Beginilah manusia manakala status mereka berubah maka sifat mereka pun berubah. Hanya sedikit saja yang masih tetap mengingat apa, siapa dan bagaimana mereka hidup dahulunya, bahkan tetap mengingat siapa saja yang selalu setia menemaninya manakala mereka berada saat-saat sulit.

Read More......
Bookmark and Share

2009/11/24

Syukuri Apa Yang Ada

Suatu hari datanglah seorang pemuda kepada seorang bijak, dandanannya rapi dan elegan. Sekilas terlihat ia seperti kaum executive muda. Setelah masuk ke rumah iapun berbicara dengan tenang dan tertata. Setelah berbasa-basi sebentar iapun mulai mengutarakan maksud sebenarnya ia datang ke orang bijak tersebut.

”Bisnis yang saja jalani bertahun-tahun, tiba-tiba akan ambruk dalam waktu beberapa bulan ini pak ?” cerita si pemuda.

”Kenapa ?”

”Banyak faktor, penyebabnya namun secara umum terjadi salah manajemen.” jawab singkat si pemuda.

”Dandanan masih perlente gini, penampilan tenang...wah..wah...”, celoteh orang bijak.

”Jangan begitu pak.....di tengah arah kebangkrutan ini, saya mulai membenahi semua divisi perusahaan saya, namun sampai dengan saat ini belum ada tanda – tanda yang signifikan untuk merubah keadaan.” si pemuda mulai bercerita.

”Berapa kira – kira kerugian kamu, bila perusahaanmu gulung tikar ?” balik orang bijak bertanya.

”Kira – kira kurang lebih lima milyar pak, ini sudah saya hitung semua asset saya yang ada saya jual.”, jawab si pemuda.

”Begini...kamu bilang semua asset yang kamu jual tidak bisa menutup semua kerugian yang menimpamu, bahkan masih defisit lima milyar ? tanya orang bijak.

”Betul pak.” jawab si pemuda.

”Sekarang mari kita lihat, seandainya kamu punya mata saya tukar dengan satu milyar kamu mau tidak ?” tanya orang bijak.

”Ah...yang benar saja pak, ya tidak akan mau pak.” jawab si pemuda.

”Baik...kalo tangan kamu saya tukar dihargai satu milyar ?” tanya orang bijak.

”Jelas saja, ga pak.” jawab si pemuda.

”Oke...sekarang kalo gini, kamu lihat orang gila ....., seandainya otak kamu saya tukar dengan sepuluh milyar, kamu mau ?” tanya orang bijak.

Mendengar pertanyaan tersebut, si pemuda mulai mengetahui arah pertanyaan orang bijak.
”Jelas saja, saya tidak mau pak. Kalau boleh saya simpulkan berarti dalam diri saya masih bernilai lebih dari sepuluh milyar pak, jauh lebih tinggi dari kerugian yang kemungkinan saya derita.” jawab si pemuda.

”Ya..., kamu bilang semua aset kamu jual tidak bisa menutupi semua kerugianmu, padahal Allah jelas – jelas memberimu begitu banyak, namun penglihatanmu seolah buta. Orientasimu hanya materi dunia semata, sedangkan nikmat yang begitu besar tidak bisa kamu lihat. Itulah mengapa dalam Al Qur’an Surat Saba : 13, Allah berfirman,”Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang bersyukur” jawab orang bijak.

Mendengar jawaban orang bijak tersebut, pemuda itupun agak termenung sejenak, ia mulai memikirkan kata – kata terakhir yang terucap dari orang bijak tersebut. Dalam hati kecilnya iapun membenarkan yang dikatakannya. Ia menemukan kata kunciya, ”bersyukur...syukuri apa yang ada...”

Sumber: www.eramuslim.com
Read More......
Bookmark and Share